• Jelajah Alam di Desa Maguan

    Foto-Foto Keindahan Alam Desa Maguan

  • Omzet Rp 62 Juta Per Bulan

    Meski terdengar remeh, beternak bibit lele membawa untung berlipat. Hal ini dibuktikan oleh para peternak bibit lele di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

  • SDN Maguan 2 Ngajum

    SDN ini berlokasi di desa Maguan Kecamatan Ngajum. Jaraknya dari ibu kota kecamatan Ngajum kira-kira 4 km

  • Video : UPR Lele Klpk. Mulyorejo Desa Maguan

    Video : UPR Lele Klpk. Mulyorejo Desa Maguan

  • Sabtu, 03 September 2011

    Jelajah Alam di Desa Maguan










    Oleh : KSU Pointer

    SDN Maguan 2 Ngajum


    SDN ini berlokasi di desa Maguan Kecamatan Ngajum. Jaraknya dari ibu kota kecamatan Ngajum kira-kira 4 km. Meskipun berada di desa, SDN Maguan 2 terlihat bersih, dengan cat tembok dasar warna hijau menjadikan SD ini terlihat segar.


    Alumni SDN Maguan 2, banyak juga yang melanjutkan ke SMP Negeri 1 Ngajum. Satu-satunya SMP Negeri di Kecamatan Ngajum. Yang tidak diterima di SMP Negeri ada pula yang bersekolah di SMP PGRI 1 Ngajum dan SMP Islam Sultan Agung Ngajum dan beberapa sekolah swasta lainnya.

    Omzet Rp 62 Juta Per Bulan

    NGAJUM | SURYA - Meski terdengar remeh, beternak bibit lele membawa untung berlipat. Hal ini dibuktikan oleh para peternak bibit lele di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Omzet perbulan usaha ini, tak kurang dari Rp 62,5 Juta. Menarik bukan?

    Di Desa Maguan, memang dikenal sebagai sentra bibit lele di Kabupaten Malang.
    Kenapa bukan lele konsumsi? Wahyu Tejo, salah satu petani lele beralasan lebih menguntungkan menjual bibit lele dibandingkan jika menjual lele konsumsi. “Sebab bibit lele berusia sebulan yang memiliki ukuran 3-5 cm sudah bisa dijual dengan harga lumayan,” jelas Wahyu sambil memperlihatkan bibit-bibit lele di kolam miliknya.

    Dijelaskan, bibit lele ukuran 3 cm per 1.000 ekor dijual Rp 50.000. Sementara ukuran 4 cm, bisa laku Rp 60.000 per 1.000 ekor, dan ukuran 5 cm, dijual Rp 80.000 per 1.000 ekor.
    Ia membandingkan jika menjual lele konsumsi, memerlukan waktu lebih lama untuk pemeliharaan dan ongkos besar untuk pakan, harga laku dijual Rp 10.000 per kg-nya.
    Dijelaskan Wahyu, menjual bibit lele lebih menguntungkan karena indukan lele sangat produktif. Satu lele indukan, lanjutnya, mampu melahirkan 80.000 hingga 120.000 anakan. Indukan tersebut, rutin bertelur 3-4 bulan sekali. Keuntungan akan menjadi sangat berlipat jika seorang petani memiliki puluhan indukan.

    Pembibitan lele ini pun sebenarnya bukan hal sulit. Untuk membiakan, hanya membutuhan kolam-kolam pembiakan. Kolam dilapisi plastik terpal untuk memudahkan sterilisasi dan pengaturan sirkulasi udara. “Biasanya, induk lele kami beri makan ikan mujair atau percil (anak kodok) dan cacing untuk makanan bibit lele,” ujar Wahyu yang memiliki 50 indukan lele dan lima lele pejantan ini.

    Meski mengantungi laba besar, peternak bibit lele harus waspada dengan kemungkinan tiba-tiba merugi. Sebab, pertumbuhan bibit lele sangat rentan dengan perubahan cuaca. Saat cuaca tak menentu tersebut, jamur bisa menyerang, dan menyebabkan bibit lele mati. Untuk itu, ketika jamur yang muncul belum banyak, sebaiknya segera diobati.
    Pasar bibit lele, selain Malang juga Blitar, Gorontalo, Kalimantan dan Pekanbaru. Omzet petani lele menurut Wahyu diperkirakannya mencapai Rp 62,5 juta per bulan.

    surya.co.id

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

     
    Visit Maguan © 2011 | Unofficial Blogsite Desa Maguan Malang | by Karang Taruna : Sapu Jagad